JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menegaskan keseriusan rencananya menerapkan kebijakan redenominasi rupiah. Berbagai macam studi dan riset sudah dilakukan termasuk studi banding ke beberapa negara. BI juga sudah menyiapkan kisaran waktu alias range time-line 10 tahun mulai dari sekarang meliputi sosialisasi, pelaksanaan masa transisi, hingga saat kebijakan redenominasi dilaksanakan penuh.
Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, akhir tahun ini BI akan menyelesaikan segala macam persiapan. "Nanti pelaksanaannya, setelah selesai hasil studi kami yang dipersiapkan akhir tahun ini, mulai dua tahun ke depan yaitu tahun 2011 dan 2012 adalah masa sosialisasi," kata Darmin, Selasa (3/8).
Kegiatan sosialisasi tidak akan melulu dilakukan lewat media massa seperti teve dan koran, BI juga akan banyak merekrut pihak ketiga untuk ikut mengampanyekan ini. "Apa cukup waktu dua tahun untuk sosialisasi? Menurut BI itu cukup," tegas Darmin.
Nah, memasuki tahun 2013, tahapannya mulai ke masa transisi. Masa transisi akan digelar selama tiga tahun hingga tahun 2015. Darmin bilang, dalam masa transisi ini, akan ada dua quotasi penyebutan nominal uang. "Ini akan ada aturannya, akan ada Undang Undangnya. Jadi, nanti satu toko yang menjual barang wajib memasang dua label harga yakni harga barang lama dan baru. Misalnya, ada barang seharga Rp 10 ribu maka labelnya ada dua yaitu satu seharga Rp 10 ribu dan label kedua seharga Rp 10," jelasnya.
Di masa transisi itu pula, BI akan mulai mencetak uang baru yang telah diredenominasi. "Misalnya nanti redenominasi adalah pemotongan tiga nol, uang barunya nanti Rp 10 untuk menggantikan Rp 10.000," katanya.
Dalam masa transisi tersebut, Darmin bilang, masyarakat masih bisa menggunakan dua jenis uang. Misalnya, ada pembeli dengan uang baru, si penjual bisa memberi kembalian dengan uang baru maupun uang lama, ataupun campuran keduanya. "Ini akan berjalan selama tiga tahun, kita hidup dengan dua jenis itu," katanya. Ketika itu, uang baru akan dilengkapi dengan tulisan 'baru'. "Seperti di Turki, ditulis New Lira," katanya.
Tahap selanjutnya yakni tahun 2016 sampai dengan 2018, BI memastikan uang lama dengan jumlah nol yang masih belum dipotong akan benar-benar habis. "Uang lama akan berakhir proses penarikannya tahun 2018," katanya.
Masuk tahun 2019 sampai dengan 2020, keterangan 'baru' dalam uang baru akan dihilangkan. "Dan kita semua sudah mulai bisa bayar membayar dengan uang baru yang telah diredenominasi," jelas Darmin.
:: Sekapur Sirih ::
Semoga Anda Puas...
Selasa, 03 Agustus 2010
REDENOMINASI RUPIAH
Selasa, 20 Juli 2010
Uang Baru Rp 10000 & Rp 1000
Inilah Penampakan Uang Baru 10.000 dan 1000 Rupiah
20/07/2010 in Un2kmU | Tags: 10.000, 1000, Bank Indonesia, Duit, Indonesia, rupiah, Sejarah Indonesia, Uang, Uang Baru
Sewaktu saya membuka kolom berita di ponsel saya sore ini, saya baru tau jika Bank Indonesia mengeluarkan uang baru pecahan 10.ooo (sepuluh ribu) dan 1000 (seribu) rupiah. Berikut berita resminya di situs BI :
No.12/36/PSHM/Humas
Judul : Uang Logam Rp. 1.000 dan Uang Kertas Rp. 10.000 Disain Baru Resmi DiluncurkanWakil Presiden Republik Indonesia, Prof.DR. Boediono meresmikan mulai beredarnya uang logam (UL) Rupiah pecahan 1.000 (seribu) Tahun Emisi (TE) 2010 dan uang kertas (UK) Rupiah pecahan 10.000 (sepuluh ribu) desain baru di Gedung Bank Indonesia Bandung, Jawa Barat, pada Selasa 20 Juli 2010. Hadir dalam acara tersebut a.l. Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, serta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, sebagai penerima replika uang baru. Dalam laporan singkatnya, Darmin Nasution menyampaikan bahwa peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat perlu didukung dengan ketersediaan uang Rupiah yang memadai dan mudah dikenali ciri-ciri keasliannya, guna memperlancar kegiatan transaksi.
Uang logam Rupiah pecahan 1.000 (seribu) bergambar Garuda Pancasila pada bagian depan. Sedangkan pada bagian belakang bergambar angklung dengan latar belakang Gedung Sate, Bandung – Jawa Barat. Uang tersebut berwarna putih keperakan, yang terbuat dari besi/baja yang dilapisi dengan nikel (nickel plated steel). “Pemilihan gambar angklung sebagai alat musik tradisional merupakan wujud pelestarian kebudayaan nasional. Demikian juga halnya dengan gambar Gedung Sate di Bandung – Jawa Barat sebagai wujud pelestarian tempat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia”, tambah Darmin.
Perubahan pada uang kertas pecahan 10.000 (sepuluh ribu) bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi elemen desain atau up-grading yang dilakukan terutama pada warna dominan yang semula berwarna ungu kemerahan menjadi ungu kebiruan. Meski terdapat pula perubahan pada unsur pengaman lainnya, namun demikian elemen desain utama seperti bahan uang, gambar utama dan ukuran uang tetap atau tidak mengalami perubahan. “Uang kertas pecahan Rp10.000 desain lama masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia” tegas Darmin.
Perubahan lainnya pada disain uang kertas pecahan 10.000 (sepuluh ribu), adalah sbb:
- Penambahan unsur pengaman rainbow printing dalam bidang berbentuk segi lima yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, pada sebelah kanan gambar utama,
- Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar pada sebelah kanan gambar utama,
- Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa satu buah lingkaran yang semula tidak kasat mata (visible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak pada samping kanan gambar utama,
- Penggantian tinta berubah warna (Optically Variable Ink) berupa segi delapan yang berubah warna dari hijau menjadi biru apabila dilihat dari sudut pandang berbeda, menjadi desain logo BI di dalam bingkai berbentuk ornamen daerah Palembang dan tidak berubah warna (cetak offset), terletak pada sebelah kanan bawah uang.
Keterangan gambar dan ciri-ciri uang tersebut dapat dilihat pada website Bank Indonesia.
Jakarta, 20 Juli 2010
Direktorat Perencanaan Strategis dan
Hubungan MasyarakatDyah N.K. Makhijani
Direktur
Berikut penampakannya :
Uang logam Seribu yang baru tampak depan (eh depan atau belakang ini??)
Uang logam Seribu yang baru tampak sisi sebaliknya
Uang kertas 10.000 yang baru tampak sisi depan (nggak berubah banyak ya?)
Uang kertas 10.000 yang baru tampak sisi belakang
Sepintas terlihat nggak ada yang berubah ya?
Tapi mungkinkah BI mengeluarkan uang baru ini karena ada penurunan nilai mata uang Rupiah? Kita tunggu saja nantinya para pakar keuangan mengomentari hal ini.
Kamis, 17 Juni 2010
10 cara mudah menabung
Ada 10 cara mudah menabung :
1. CATAT KEBIASAAN ANDA DALAM SEBULAN
Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.
Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi. Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.
2. SISIHKAN UANG UNTUK ANDA PRIBADI
Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.
Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.
Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.
3. TENTUKAN TANGGAL
Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.
4. BAYARLAH UTANG ANDA
Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.
5. JAGA TERUS DISIPLIN ANDA
Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.
6. MOTIVASI DIRI ANDA UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BESAR
Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan.
Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.
7. BUKA REKENING YANG TIDAK BISA ANDA SENTUH
Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.
8. GUNAKAN CELENGAN ATAU TOPLES UNTUK KOIN ANDA
Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.
9. KANTONGI BONUS & KEJUTAN LAINNYA
Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.
10. BIASAKAN HIDUP HEMAT
Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.